© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kolaborasi Desain Kreatif Tiga Kampus Asia

23 Nov 2018

Dunia seni rupa dan desain Indonesia mulai merangkak naik ke panggung dunia. Sepertinya ia mencoba untuk membangun citra diri sebagai ladang desain industri kreatif. Tak heran bila Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Tarumanegara mengadakan pameran dengan tajuk Collaborative Design for Future.


Acara yang berlangsung 21-23 November tersebut menggandeng dua kampus di kawasan Asia; Namseoul University, Korea Selatan dan Universiti Teknologi MARA, Malaysia. Pengunjung yang datang akan ditawarkan beragam ilustrasi komik, tipografi, dan desain furnitur. 

Rektor Universitas Tarumanegara, Agustinus Purna Irawan mengatakan, sejumlah karakter dalam animasi kelas dunia, seperti Upin-Ipin dan Minion adalah hasil karya anak bangsa. Demikian juga design bandara-bandara internasional di sejumlah negara, merupakan hasil karya anak bangsa.


Saya sangat tertarik dengan hal-hal yang sifatnya animasi dan desain. Kita lihat film-film animasi misalnya dari Disney masuk di berbagai negara termasuk Indonesia. Luar biasa penikmatnya dan akan menghasilkan banyak pergerakan ekonomi di segala bidang,” tutur Agustinus.


Ditambahkan Agustinus, dengan penduduk 260 juta menjadi potensi besar bagi Indonesia untuk mengembangkan kreativitas berbasis industri kreatif lokal. Menurutnya saat ini indeks kreativitas Indonesia masih di bawah Malaysia, Singapura, dan Thailand. “Padahal karya-karya kita juga tidak kalah bagus. Saya berharap makin banyak negara yang bisa diajak kolaborasi,” ungkapnya. 

Sementara itu Dekan FSRD Universitas Tarumanegara, Kurnia Setiawan menambahkan, dalam acara ini salah satu bentuk kolaborasi ini adalah mahasiswa Universiti Teknologi MARA Malaysia. Mereka diminta membuat ilustrasi cerita rakyat Indonesia. Sementara mahasiwa Untar diminta membuat ilustrasi cerita rakyat Malaysia.


Kebebasan bereksplorasi dan berkreasi telah dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai jual tersendiri dan dipamerkan. Rangkaian acara ini juga dilengkapi dengan lomba lomba lukisan Mural yang melibatkan siswa SMA dan mahasiswa kampus lain.


Kurnia melanjutkan acara ini menunjukkan bahwa seni rupa bisa menggerakkan ekonomi, yakni ekonomi kreatif. “Kami Fakultas Seni Rupa dan Design sejalan dengan perkembangan industri kreatif. Jadi peluang bekerja sangat besar dimana industri kratif sedang berkembang dan sekarang jadi primadona,” ucap Kurnia. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU