© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Exi(s)t #7, Eksistensi Seniman Muda Ibu Kota

15 Jan 2019

Galeri Dia.Lo.Gue Artspace tahun ini kembali mempersembahkan pameran Exi(s)t untuk yang ke-7 kalinya. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, program ini memberikan kesempatan bagi seniman muda yang berdomisili di Jakarta untuk berpameran bersama dalam satu panggung.

Evelyn Huang dan Stella Katherine ditunjuk menjadi kuratornya. Mereka menggaet para seniman muda seperti Alexandra Karyn, Aziz Amri, Ella Wijt, Rummana Yamanie, Semburat, Sherchle, Tandika Cendrawan, dan Yovista Ahtajida. Delapan seniman itu menjalankan proses kuratorial selama 5 bulan untuk merampungkan ide dalam karya mereka.

“Tema besar untuk Exi(s)t kali ini adalah mengulik aspek kesejarahan dalam interpretasi artistik seluas-luasnya,” kata Evelyn Huang. 

Para seniman muda merespons peristiwa sejarah yang epik, mitos, tradisi lisan, narasi personal, sampai politisasi sejarah. Menurut Evelyn Huang, pameran ini berusaha menangkap dan menampilkan sejarah melalui kacamata anak muda. “Di tahap awal, tim kuratorial memberikan esai singkat mengenai sejarah alternatif sebagai pemantik eksplorasi yang akan dilakukan para seniman tentang minat dan ideologi mereka,” katanya.

Alexandra Karyn misalnya. Ia menampilkan karya dari jargon 'sejarah adalah sekarang' yang diambil dari bingkai media koran. Aziz Amri menampilkan performans yang merefleksikan relasi antar manusia sebagai obyek dengan penonton. Sedangkan Ella Wijt menghadirkan jagat paralel berdasarkan sejarah lisan dan temuannya di situs yang personal. 

Lalu ada Rummana Yamanie yang mengolah sosok perempuan dalam performan. Semburat pun menggunakan strategi visual yang dipakai grup Stamboel di masa lampau. Scherchle pun tertarik pada zaman keemasan kerajaan lewat rangkaian karya ilustrasi, ada juga Tandika Cendrawan yang menelusuri memori kolektif marga Tionghoa, dan Yovista Ahtajida yang mengkritisi komodifikasi agama lewat karya seni instalasi.

Pameran Exi(st) #7 berlangsung pada 6 Desember 2018 hingga 13 Januari 2019 mendatang. Buat Anda yang penasaran dengan karya para seniman muda ini, silakan datang dan kunjungi langsung ke Galeri Dia.Lo.Gue, Jakarta Selatan 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU