© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Ingatan Menuju Cahaya dalam Sapuan Kuas

21 Jan 2019

Perupa Baron Basuning tampaknya baru menyelesaikan satu babak perjalanan spiritualnya setelah beberapa kali melakukan kunjungan ke masjid-masjid di luar negeri. Ada yang tertinggal dalam memorinya lalu ia tuangkan dalam karya abstrak nan epik bertajuk Noor. Ya, Noor atau yang berarti cahaya memang menjadi inspirasi Baron, ia juga menandai kiprahnya dalam dunia seni rupa selama 20 tahun terakhir.

Terdapat 38 karya yang ia pamerkan di Galeri Nasional Jakarta itu. Beberapa di antaranya seperti Noor, Pualam Kenangan, Hold the Light, Into the Light, Fairytale of New York, Antartica Peninsula, hingga Semburat Merah di Bukit Sabhika menjadi jejak nyata dari “pengembaraan” Baron. 

Tafsiran cahaya itu ia ambil saat menapakkan kaki di bangunan Islam bersejarah seperti Nasrid Palace, Alhambra di Granada (Spanyol), Masjid Nasir Al Mulk (Iran), hingga Taj Mahal (India). Menurutnya, cahaya memiliki kontribusi dalam memperindah sebuah arsitektur bangunan masjid. Baron mengungkapkan pengalaman batin yang luar biasa melalui sapuan kuas di atas kanvas.

Kurator pameran Eddy Soetriyono mengatakan bahwa pengalaman berada di tempat-tempat suci yang disinari cahaya tersebut membuat Baron dapat melahirkan karya-karya abstrak yang menyentuh. “Tidak seperti kubah bangunan Islam lainnya, kubah masjid Alhambra menampilkan abstraksi trimata yang terpancar indah karena cahaya,” kata Eddy.

Hal ini membuktikan bahwa bangunan atau arsitektur Islam tidak melulu soal kaligrafi, geometri, dan arabesque saja. 

Baron mengatakan bahwa tema utama Noor merupakan ungkapan emosi dan ekpresinya tentang manusia dan alam yang berjalan menuju cahaya, yaitu Sang Pencipta. Dalam karya-karyanya Baron menggoreskan eufemisme dari keprihatinan, kegelisahan, kegembiraan, kebahagiaan, dan cinta yang dapat dinikmati oleh pencinta seni.

“Karya-karya ini adalah perpaduan pengalaman batin dan ingatan kuat akan tempat-tempat yang pernah dikunjungi,” kata Baron. Dia berharap, karya-karyanya dapat membawa ketenangan batin bagi para penikmatnya. 

Noor berarti cahaya atau light yang dalam kepercayaan Islam merupakan Sang Ilahi, yang adalah sosok yang nir-rupa, abstrak, atau tanpa figur. Tetapi, Dia adalah puncak dari segala cahaya.

Karya-karya yang dipamerkan antara lain yang dipamerkan ialah Beyond, Lukisan Malam, Angel, dan Balance dan sebagainya. Jika Anda tertarik menikmatinya, karya Baron terbuka bagi publik hingga 8 Februari mendatang. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU