© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Nikmati Pekan Musik Jazz Bersama Jazz Buzz 2019

17 Feb 2019

Akhir pekan kemarin dua seniman jazz muda, Gerald Situmorang (Gesit) dan Sri Hanuraga kembali berduet di panggung jazz. Dua musisi pemenang AMI Awards itu menjadi pembuka dalam festival Jazz Buzz: Jazz Sans Frontier di Salihara sekaligus mengobati kerinduan publik pada musik jazz tanah air.

Pada penampilannya kemarin, Gesit dan Aga sekaligus meluncurkan album terbaru mereka, Meta. Komposisi dalam album ini difokuskan pada eksplorasi timbre dan kekayaan nuansa dalam format komposisi panjang melalui piano yang dimodifikasi atau prepared piano. Bagian tersebut tentunya menjadi ruang eksplorasi Aga. Sementara Gesit, mengeksplorasi sisi gitar serta efek-efek yang digunakan. 

Selain melalui bunyi mereka juga menghadirkan penelusuran lain melalui kolaborasi dengan Ify Alyssa lewat lagu Menuju ke Sana. Juga ada spoken words lewat lagu Hyperreality yang diisi oleh Rebecca Kezia.

Sebetulnya album duet jazz piano-gitar Meta ini telah disiapkan sejak 2017. Idenya sudah ada sejak 2014 saat Aga bermain dengan Gesit Trio di tahun 2014. Aga dan Gerald sebelumnya sudah pernah berkolaborasi dalam album Monita Tahalea dan juga di beberapa panggung musik. Aga pun pernah memainkan piano dan synthesizersnya dalam album solo Gerald, Dimensions

Selain Gesit dan Aga, pada akhir pekan kemarin juga diramaikan kehadiran grup band Sengat. Ini merupakan kelompok musik baru garapan Reynold Silalahi yang diperkuat Tesla Manaf, Yusuf Yadi Surya dan Irene Lase. Berdasarkan musikalitas setiap personil yang beragam, band ini menawarkan warna musik baru.

Pada minggu kedua Salihara Jazz Buzz akan hadir seorang maestro jazz bernama Iwan Hasan. Dia adalah seorang musisi progressive jazz yang menggunakan alat musik unik gitar harpa. Dengan memadukan akustik gitar dan harpa ditambah dengan lantunan tempo yang progressive, sepertinya akan membuat Black Box Salihara meledak dengan irama jazz yang cukup berdebar. 

Line up terakhir yang disajikan Jazz Buzz untuk penggemarnya, adalah Eyal Maoz seorang musisi jazz dari Amerika yang akan melantunkan partitur yang cukup unik di Jazz Buzz kali ini. Dia tidak sendiri melantunkan gitarnya di Jazz Buzz, dengan ditemani oleh dua musisi jazz tanah air Rafi Muhammad, dan Nikita Dompas. Terlihat dari kolaborasi manca negara ini sudah terbayang apa yang akan disajikan oleh Eyal Maoz akan begitu menarik.

Sebagai penutup festival, Tohpati Bertiga & Brass akan menghibur khalayak. Gitaris epik itu akan manggung bersama Indro Hardjodikoro, seorang bassis yang namanya sudah tidak asing di dunia musik jazz tanah air, dan sorang drummer Bowie yang pernah bermain di banyak festival, salah satunya Kuala Lumpur Blues Festival 2008. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU