© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Menikmati Sejenak Karya Seni Petjah Belah

14 Mar 2019

Sebuah karya seni keramik nan epik hadir di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki. Ia berbentuk hewan gurita dan berhasil menarik perhatian pengunjung di kompleks TIM. Adalah Damar Bagus Permadi alias Damdam, seniman di balik karya itu. Ia mengaku buatan tangannya itu memang terinspirasi dari hewan gurita. Damdam menamai karyanya, Yah Pecah.

Ya, nama itu senada dengan tajuk pameran bersama, Petjah Belah. Pameran itu berisi karya-karya perupa dari Komunitas keramikus Jakarta. Bagi Damdam, salah satu pameris Yah Pecah cukup menguras waktu dalam proses pembuatannya, baik saat membuat konsep maupun saat produksi.  

“Syukur hasilnya sesuai ekspektasi dan konsep karena tidak sedikit karya seni keramik yang harus mengulang setelah menghabiskan sepekan proses pembuatan karena hasil tidak sesuai konsep dan ekspetasinya,” kata Damdam.

Menurutnya, seni keramik bisa dibilang seni yang cukup menantang dan sulit. Karena proses memikirkan bentuk, warna, hingga tekniknya harus benar-benar difikirkan. Lalu harus siap menerima konsekuensi warna dan bentuk berubah saat penjemuran atau pembakaran. Tantangannya, proses pembakaran membuat karya meleset dari konsep yang diinginkan.

“Jadi prosesnya itu paling lambat 7 hari; sehari untuk pembuatan, sehari pengeringan, sehari untuk pembakaran awal, sehari untuk pendinginan, sehari untuk pewarnaan, sehari untuk pembakaran matang, dan terakhir sehari untuk pendinginan kembali. Jadi hasil bisa dilihat di hari terakhir, kalau tidak sesuai konsep ya ulang lagi,” katanya. 

Sementara itu pameris lain, Antin Sambodo, perupa dengan karya Jewel of Khatulistiwa, menuturkan seni keramik menjadi satu seni yang dibanggakan dari khas Indonesia. Jadi bukan hanya kalangan orang tua, anak millenial pun harus melestarikannya.

“Pameran seni keramik ini menjadi wadah untuk mengedukasi para pengunjung sehingga seni keramik dapat terasa lebih dekat dan bisa dijangkau. Ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan para pelaku seni, pemilik galeri seni, dan pecinta seni keramik dalam sebuah pameran keramik,” jelasnya. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU