© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Spirit Perempuan dalam Seni Rupa Kontemporer

25 Mar 2019

21 perupa perempuan yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta meramaikan pameran Indonesian Women Artist (IWA) 2019 di Galeri Nasional, Jakarta. Seperti dirancang agar cukup momentum, pameran karya instalasi dan mix media ini memang bersamaan dengan bulannya Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret lalu.

Kesadaran dalam menyinergiskan seni, teknologi, dan ilmu pengetahuan dipastikan menjadi daya tarik sekaligus kekuatan pameran yang bertajuk Into the Future itu. Segala karya seni seperti linocut, tekstil, fotografi, glass, kain kasa, keramik, cat air, pelat besi, hingga ranting pohon berbaur jadi satu. 

Karya-karya dalam pameran ini juga hadir melalui video art, sound art, LED light, photo media, dan coding hingga penggunaan bakteri, seperti Acetobacter xylinum serta bunga bakteri dari alat kelamin perempuan sebagai bagian konsep berkarya perupa.

Pameran IWA 2019 yang digagas Cemara 6 Galeri-Museum dikuratori Carla Bianpoen dan Citra Smara Dewi. Dalam pameran ini juga akan diluncurkan buku IWA 2019, yang berisi profil 21 perempuan perupa kontemporer Indonesia, perjalanan berkarya, konsep berkarya, dan capaian prestasi, termasuk pemilihan perupa berdasarkan pertimbangan konsep berkarya. 

Carla Bianpoen dalam kuratorialnya mengakui, female spirit atau “roh perempuan” yang menekankan pada sense dan “sensitivitas” yang khas perempuan, merupakan kekuatan Pameran IWA 2019. Teknologi sedang berkembang pesat, penemuan baru ilmu pengetahuan memperkaya kehidupan dewasa ini, dan “roh perempuan” sedang membuat terobosan yang tidak dapat ditahan lagi.

Semua itu, menurut Carla, membuka tantangan dan kemungkinan serta cara baru dalam seni rupa kontemporer yang menciptakan Art of Another Kind. “Pameran IWA: Into the Future menandakan arah kekaryaan seni rupa ke depan, di mana roh perempuan menjadi primadona dalam menentukan seni rupa baru, atau seni rupa kekinian atau bisa juga kita sebut Now Art,” kata Carla. 

Ketua Yayasan Cemara 6, Inda Citraninda Noerhadi mengatakan, sebagai salah satu institusi kebudayaan, Cemara 6 Galeri-Museum sejak berdiri 1993, memiliki komitmen dalam memajukan seni budaya antara lain dengan memberi perhatian kepada perupa perempuan Indonesia.

“Kita berharap pameran IWA: Into the Future dapat semakin memperkuat eksistensi perupa perempuan Indonesia dalam perkembangan seni rupa, baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Inda.  

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU