© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Everything in Between: Berkelana Antarnegara dengan Si Roda Dua

26 Mar 2019

Perjalanan emosional Diego Yanuar dan Marlies Fennema dari tanah Belanda ke Indonesia selama hampir setahun terakhir menimbulkan decak kagum khalayak. Dengan berkendara sepeda, mereka melalui perjalanan penuh inspirasi untuk sebuah gerakan kemanusiaan. Detail perjalanan mereka terangkum dalam sebuah pameran bertajuk “Everything in Between: The Exhibition” yang digelar di Kopi Kalyan Barito, Jakarta.

Perjalanan ini sebenarnya dimulai sebagai sebuah upaya mengumpulkan donasi dari setiap jarak yang dicapai. Donasi yang telah terkumpul sebesar 15.000 Euro (sekitar Rp 240 juta) akan disumbangkan ke beberapa organisasi non-profit antara lain, Lestari Sayang Anak, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Kebun Kumara. 

“Semoga semua orang yang datang ke pameran ini akan lebih berpikir dalam mengambil keputusan . Berpikir mengenai ciptaan Tuhan yang sering kita lupakan yaitu binatang dan alam,” ujar Diego.

Marlies pun menambahkan, melalui pameran ini orang-orang tidak merasa harus bersepeda dari Belanda ke Indonesia untuk membuat perubahan, tetapi setiap orang dapat memiliki caranya sendiri untuk membuat perubahan. 

Pernik indah perjalanan mereka ditampilkan dalam barisan foto dokumentasi dan memorabilia yang ditata unik memenuhi ruangan pameran. Diego Yanuar memang terkenal sebagai seorang fotografer. Bersama pasangannya yang berkebangsaan Belanda, Marlies, Diego melalui 23 negara dengan rentang 12.000 km yang dimulai pada Februari 2018! Banyak pengalaman tak terlupakan mereka lalui dan direkam dalam rentetan foto penuh kesan.

Keluar dari zona nyaman untuk memikirkan kembali hal-hal kecil yang seringkali luput dari penglihatan karena kesibukan sehari-hari, Diego bertutur dalam puisinya. “Manusia tidak akan menang dalam perlombaan melawan momen dan waktu. Tetapi manusia juga dapat memilih untuk tidak berlomba dengan keduanya. Gambar-gambar ini terinspirasi dari momen itu sendiri. Mereka begitu karena mereka ada. Saya tidak pernah punya mimpi. Senyum saya selalu sama. Saya punya kenangan indah.” Syair indah itu terpampang membuka deretan etalase foto-foto yang dipamerkan. 

Semangat cinta alam dan kampanye lingkungan juga diwujudkan oleh adik dari penyanyi Jazz Andien Aisyah ini dalam penggunaan material pameran yang ramah lingkungan. Bersama Sang Kakak dan tim, mereka memilih memakai bahan kardus dan kayu yang diinstalasi dengan seni bercitarasa tinggi. Box kardus ditata bertumpuk simetris sebagai dinding depan pembukaan area pameran. Memasuki area dalam ruangan, tersaji hamparan dinding besar yang dihiasi peta dunia dari karton dengan potongan foto negara yang dilewati.

Di pojok ruangan, terdapat tenda dan sepeda yang mereka gunakan berkeliling negara. Makin jauh menaiki tangga masuk melewati lorong yang dipenuhi instalasi kayu untuk memajang foto-foto lanskap keindahan pemandangan negara. Dan yang terpenting, pameran ini juga memuat foto-foto interaksi manusia dari beragam kultur yang mereka temui sepanjang perjalanan. Hal-hal kecil yang sering luput dari penglihatan kita ternyata menyimpan keindahan dan kuatnya rasa kemanusiaan.     

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU