© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Retrospektif Arsitektur dalam Festival Film Eropa 2019

23 Apr 2019

Di Jerman, tepatnya di kota Weimar tepat 100 tahun lalu pernah berdiri sebuah sekolah bernama Bauhaus. Adalah Walter Gropius seorang arsitek handal yang berada di balik pendirian sekolah ini. Dari sanalah lalu lahir para seniman legendaris seperti Paul Klee, Wassily Kandinsky, dan Johannes Itten.

Bauhaus mengajarkan muridnya untuk meliputi berbagai bidang seni untuk keselarasan, termasuk arsitektur. Walau kehadiran Bauhaus cukup singkat, peranan Bauhaus cukup penting dalam membentuk gerakan seni modern dan terus menginspirasi banyak seniman di seluruh dunia hingga saat ini. 

Kisah ini lalu dikemas dalam sebuah film dokumenter apik berjudul Bauhaus Spirit: 100 Years of Bauhaus karya sutradara Niels Bolbrinker, Thomas Tieslch. Dokumenter ini sengaja diproduksi untuk merayakan 100 tahun berdirinya Bauhaus. Pemutarannya berbarengan dengan momentum festival film Eropa atau Europe on Screen (EOS) 2019 yang mulai digelar akhir pekan kemarin.

Pemutara Bauhaus Spirit merupakan tujuan baru untuk memuat segmen retrospektif tentang arsitektur dan desain. “Bauhaus tidak hanya tentang arsitektur, tetapi juga tentang penggunaan sehari-hari. Bauhaus tidak hanya berpengaruh terhadap arsitektur Jerman saja, tetapi juga terhadap arsitektur di seluruh dunia,” ungkap Peter Schoof, Duta Besar Jerman untuk Indonesia. 

Sementara itu, selain Bauhaus, seperti pada EOS tahun-tahun yang lalu, gelaran kali ini memberikan kesempatan publik untuk menikmati 101 film kontemporer dari 26 negara di Eropa. Sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, EOS 2019 hadir di delapan kota besar di Indonesia dengan dua kota tambahan, Bekasi dan Tangerang.

Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Charles-Michel Geurts menyampaikan, EoS adalah perayaan film untuk memperkenalkan kebudayaan Eropa. Festival ini hendak mendekatkan film-film Eropa kepada masyarakat Indonesia. “Kami juga ingin mempromosikan kerja sama antara Eropa dan Indonesia, khususnya di bidang industri kreatif,” ungkap Michel

Anda bisa menikmati pemutaran film-film Eropa ini hingga 30 April mendatang secara gratis. Jangan sampai terlewat ya! 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU