© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Bersiap Menyambut Pameran Perupa Kontemporer Xu Bing di Jakarta

25 Jun 2019

Museum MACAN kembali mengundang seniman kelas dunia berpameran di Jakarta. Kali ini sang tamu adalah Xu Bing, perupa asal Tiongkok. Xu Bing yang lahir di Chongqing merupakan salah satu relawan pemuda yang turun ke pedesaan di masa Revolusi Kebudayaan Tiongkok pada 1970-an. Pengalaman ini memengaruhi cara Xu Bing melihat bagaimana bahasa dipakai sebagai salah satu alat politik.

Di Jakarta, Xu Bing akan tampil secara tunggal dengan tajuk, 'Xu Bing: Thought and Method'. Hal ini akan menjadi pameran retrospektif Xu Bing yang terbesar sekaligus pertama di Asia Tenggara berjudul. 

Pameran tunggal Xu Bing di Museum MACAN menampilkan lebih dari 60 karya Xu Bing yang dibuat selama lebih dari 40 tahun. Karya-karya tersebut melintasi berbagai medium - termasuk drawing, seni grafis, instalasi, film, dan materi arsip.

Xu Bing beremigrasi ke New York, Amerika Serikat pada awal 1990-an dan membentuk fondasi perjalanan Xu Bing sebagai perupa. Di awal kariernya, Xu Bing mengeksplorasi berbagai dimensi budaya, bahasa, dan sistem pengetahuan tradisional. 

Saat tinggal di New York, ia mulai mengombinasikan elemen budaya Barat dan elemen tradisional Tiongkok, juga membahas isu antarbudaya. Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, menuturkan Xu Bing adalah seorang perupa global yang praktik keseniannya menggali kedalaman sejarah.

“Pameran ini menampilkan beberapa karya terpenting Xu Bing yang telah memaknai pengertian kita, dalam kacamata budaya, tentang peran teknologi, bahasa, dan budaya global dalam kehidupan abad ke-20 akhir dan abad ke-21 awal,”ujar Aaron. 

Pameran tunggal Xu Bing akan menampilkan 'Book from the Sky' (1987-1991) karya instalasi masif yang dibentuk dari gulungan kertas yang mencapai 3 meter dari langit-langit sampai lantai. Lalu ada 'Ghosts Pounding the Wall' (1990-1991) sebuah instalasi berukuran 15 x 32 meter dan gambaran dari Tembok Besar China.

'Square Word Calligraphy' (1994-kini) adalah sistem bahasa ciptaan Xu Bing yang lahir dari 'perkawinan' huruf Latin dan karakter yang menyerupai kaligrafi Tiongkok. 'Honor and Splendor' (2004) adalah instalasi berbentuk karpet motif loreng harimau, dibuat dari 660 ribu batang rokok.

Pameran 'Xu Bing: Thought and Method' bakal dibuka pada 31 Agustus dan berlangsung hingga 12 Januari 2020. Pameran ini adalah hasil kerja sama antara UCCA Center for Contemporary Art dan Museum MACAN. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU