© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Menikmati Kebesaran Karya Lempad dengan Teknologi Digital

28 Jun 2019

Siapa yang tak kenal dengan Lempad? Ia adalah legenda bagi dunia seni rupa Bali. Banyak yang menyebutnya sebagai tokoh evolusioner dan pembaharu hingga seni lukis Bali mampu naik ke panggung dunia. Seorang perupa yang lahir dengan jiwa Bali namun memiliki pikiran yang universal. 

Lempad atau I Gusti Nyoman Lempad menyatukan dunia spiritual berbaur harmonis dengan rutinitas sehari-hari melalui karyanya. Dunia bahkan mengakuinya dengan banyaknya karya Lampad yang dikoleksi di berbagai museum penting.

Lempad dianggap melukis dengan jiwanya. Ia menyajikan keindahan sekaligus menyebarkan energi positif bagi orang lain. Tanpa melupakan kekuatan seni lukis tradisional Bali hasil proses evolusi berabad-abad, imajinasi beliau merevolusi seni Bali dengan menyerap perkembangan modern. 

“Karya I Gusti Nyoman Lempad memiliki nilai sejarah yang tinggi dan mkisterius. Ia berguru pada Dewa Saraswati dan ia hidup melalui karya-karyanya,” kata Raja Keluarga Bangsawan Puri Ubud, Tjokorda Raka Kerthyasa.

Masyarakat bisa melihat karya Lempad dan rasa cintanya yang besar pada orang-orang di sekelilingnya, makhluk dan alam sekitar dalam kehidupannya. 

Yayasan Bali Purnati dan Komunitas Salihara menyelenggarakan pameran multimedia karya Lempad di Galeri Salihara dengan tajuk, Darkness is White. Pameran ini menggandeng perusahaan teknologi yang membantu penyajian multimedia berupa video dan augmented reality.

Dengan teknologi itu diharapkan pameran ini bisa dinikmati tak hanya pecinta seni di lingkaran yang sudah ada selama ini (seperti pelukis, dosen, kurator) namun juga kalangan anak muda, generasi milenial dan audiens yang lebih luas lainnya. 

Melihat karya Lempad dalam sebuah pameran yang dikemas dengan cara menarik ini, bisa memperlihatkan kebesaran seorang Lempad yang berkarya untuk mempersembahkan kemurahan hatinya bagi para dewa dan juga untuk mengajar keluarga, teman dan orang lain. Lempad meninggalkan banyak karya-karyanya dalam keadaan seperti belum selesai namun ia menikmati tampilan estetika dari yang belum selesai itu.

Lempad tidak melanjutkan pekerjaannya karena mungkin ia berharap generasi selanjutnya yang meneruskan karyanya itu. Secara halus ia mengajarkan seni pada generasi muda.Selama masa pameran berlangsung, akan diadakan talkshow setiap hari Rabu, pada 19 Juni 2019, 26 Juni 2019 dan 3 Juli 2019. Para pembicara yang dihadirkan akan membicarakan beragam tema yang berkaitan dengan Lempad. 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU