© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Memahami Imajinasi Seniman Berkebutuhan Khusus

3 Sep 2019

Sejak pekan lalu, ruang galeri seni Ciputra Artpreneur berubah menjadi lebih ceria. Ragam warna-warni menghiasi setiap sudut. Keceriaan warna itu berasal dari ratusan karya seni lukis kontemporer milik sembilan seniman berkebutuhan khusus. Karya mereka hadir atas kerjasama Komunitas Kapal Cinta dan manajemen Ciputra Artpreneur pada hari jadi ke-5 galeri seni itu. 

Beberapa nama seniman berkebutuhan khusus seringkali muncul pada pameran-pameran sebelumnya. Sebut saja Hana Madness dan Anfield Wibowo. Sementara nama-nama lain yang ikut meramaikan adalah Aqillurachman Prabowo, Audrey Angesti, Bima Ariasena Adisoma, Daya Olivia Korompis, Dwi Putra atau lebih akrab disapa Pak Wi, Oliver Adivarman Wihardja, dan Raynaldy Halim. 

Mereka menggelar pameran seni Outsider Artpreneur 2019, dengan tema Pasung Kapal Lepas. Adalah Jean Couteau yang didaulat sebagai kurator dan pelukis Hanafi sebagai pendamping seniman. Hanafi menjelaskan bahwa orang-orang berkebutuhan khusus tersebut memerlukan pembekalan lebih lanjut dalam mengarungi dunia kesenian, khususnya seni rupa. Namun, yang terpenting mereka melakukannya dengan gembira dan sebagai sarana terapi. 

Sementara itu Aqillurachman Prabowo, 14 tahun, salah seorang seniman dalam pameran tersebut, mengatakan bahwa melukis membuatnya bergembira. “Saya mau serius dalam melukis. Makanya, saya home schooling cuma 3 jam, sisanya saya habiskan waktu untuk melukis,” ungkap Aqil. 

Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata mengatakan bahwa pameran ini didedikasikan kepada seniman berkebutuhan khusus. Penyelenggaraan pada tahun ini bakal menjadi tonggak sehingga pergelaran ini berlangsung rutin di Galeri Ciputra Artpreneur. “Saya berharap, pameran ini bisa membuka mata publik dan mengajak kita untuk lebih terbuka dalam memahami dan mengenal kondisi mereka yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Rina Ciputra menjelaskan, pameran diharapkan juga mampu membuka jalan kepada keluarga dan komunitas bahwa seniman disabilitas dapat mandiri dan berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari. Pameran ini digelar pada 27 Agustus—8 September 2019 di Galeri Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan. Beberapa musikus seperti grup band Efek Rumah Kaca, Kunto Aji, dan Endah n Resa, dijadwalkan tampil pada hari-hari pelaksanaan pameran. 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU