© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Melihat Wajah Indonesia dari Goresan Kuas

12 Oct 2019

Sulit rasanya menafsirkan wajah manusia Indonesia secara lebih personal terlebih menerjemahkannya dalam bentuk karya lukis. Sifatnya yang dinamis dan beragam membuat siapapun enggan. Namun bila wajah Indonesia diterjemahkan dalam pemahaman kebudayaan, mungkin lain lagi ceritanya. 

Itulah yang menjadi ide dasar pameran seni lukis bertajuk Wajah Indonesia di Istora Senayan, Jakarta. Terdapat 41 perupa dari 21 provinsi yang ikut bergabung dalam pameran bersama ini. Masing-masing dari mereka menampilkan satu karya yang mampu merepresentasikan wajah Indonesia dalam perspektif dan gaya yang beragam.

Pameran ini memang memfokuskan pada pokok wajah. Menurut kurator pameran, Sudjud Dartanto, ide itu sesuai dengan tema Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang menampilkan berbagai produk kebudayaan. Dalam konteks pameran ini, produk kebudayaannya ialah tafsir wajah dalam praktik seni rupa. 

Dalam ranah seni rupa penggambaran wajah mengalami puncak realismenya pada era revolusi fisik setelah sebelumnya dengan citra ‘molek’ di masa kolonialisme Belanda. “Wajah Indonesia dimaksudkan untuk membuka apresiasi dan keragaman ekspresi para seniman serta menggali wajah manusia Indonesia secara lebih personal,” kata Sudjud.

Ketika berkunjung ke pameran ini, pengunjung akan disajikan pengetahuan tentang berbagai gagasan penggambaran wajah. Teguh Margono, kurator lainnya mengatakan ekspresi yang ditimbulkan perupa dalam karyanya mungkin akan terasa lebih personal melalui bahasa material, ungkapan warna, karakter garis, bentuk tekstur, ritme, dan irama komposisi. 

Selain pameran, gelaran ini juga diramaikan dengan Sketsa Bersama Publik oleh sketchers dan Komunitas Sketsa Indonesia. Acara yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat umum ini berlangsung selama pameran. Sketsa Bersama Publik mengajak para pengunjung PKN terutama pengunjung pameran Wajah Indonesia untuk membuat sketsa bersama merespons suasana atau peristiwa selama PKN berlangsung.

Pustanto, Kepala Galeri Nasional Indonesia mengatakan pameran yang mengeksplorasi beragam medium ini diharapkan dapat memberikan inspirasi, memicu sikap kritis, memunculkan motivasi, serta mengembangkan kreativitas, baik dalam bidang seni rupa maupun bidang-bidang lainnya. 

“Lewat pameran ini, saya juga berharap publik dapat memaknai kembali identitas Indonesia yang terangkum dalam ‘wajah-wajah Indonesia’ yang ditampilkan lewat karya seni rupa. Dari wajah-wajah yang beragam tersebut, diharapkan muncul adanya sikap saling pengertian dan saling menghargai sehingga dapat terwujud cita-cita menuju Indonesia bahagia,” ucapnya.

Pameran Wajah Indonesia masih terbuka untuk umum hingga 13 Oktober mendatang. Ia menjadi bagian dari semaraknya acara Pekan Kebudayaan Nasional. Yuk, kita ramaikan!     

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU