© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kepingan Memori Fantasi Gilang Fradika

23 Dec 2019

Gilang Fradika. Seniman asal Yogyakarta itu dikenal sebagai perupa yang seringkali membaurkan karakter serial kartun pada karya yang ia buat. Mickey Mouse, Pinocchio, Aladdin, hingga Doraemon ia jadikan sebagai bagian kehidupannya dari kecil. Figur-figur itu menjadi memori yang mungkin dapat dibagi bersama pada generasi yang berbeda waktu maupun sama.

Gilang kini hadir lagi dalam gelaran pameran solo bertajuk (UN)COVER yang diadakan di RUCI Art Space, Jakarta. Ia membawa aspek memorinya tadi yang dipadukan dengan pendekatan kental dunia surealisnya sebagai lanskap visual dan tematik dalam karya-karyanya. Bekerja sama dengan Mizuma Gallery, RUCI Art Space menampilkan total 10 karya Gilang yang hadir dalam media dua dimensi, terutama dalam lukisan, dan beberapa cetakan etsa serta cetakan kayu. 

Kisah-kisah fantasi tidak pernah kehilangan daya tariknya, begitu pula di mata Gilang Fradika. Kekuatan utama lukisannya terletak pada pendekatan naratif yang menggabungkan mitologi dengan kenyataan. Salah satu karya menarik yaitu Parasite, ia menuangkan berbagai elemen alam dan budaya seperti dedaunan, kain dan bunga untuk membentuk monster yang aneh namun tetap terlihat cantik.

Lewat lukisan tersebut ia menyimpulkan refleksi puitis tentang masyarakat saat ini yang menghabiskan banyak sumber daya hanya untuk memenuhi kebutuhan dan minatnya, tanpa mempedulikan alam. Namun renungan paling komprehensif dan kolosal tertuang dalam karyanya yang berjudul Over the Hills & Far Away. Lukisan yang besar menampilkan pemandangan pegunungan dan lembah bersalju sebagai ilustrasi makna hidup tertinggi. 

Berbagai makhluk dari serial dongeng turut digambarkan, seperti Mickey Mouse meniup sangkakala sampai jendela terbuka ke alam kekekalan. Di dalamnya, terdapat filosofi cerita Disney dan dikaitkan dengan fenomena masyarakat saat ini yang saling bersaing untuk memenuhi mitos kemajuan.

Lewat gelaran dengan persiapan satu tahun ini, ia berhasil merefleksikan karya-karya masa lalunya melalui visual dan gabungan cerita cerdas, yang mengandung banyak teka-teki namun justru memikat. Hadirnya lapisan berbagai objek mulai dari anatomi tubuh manusia hingga sentuhan budaya pop, mampu menciptakan rasa ingin tahu dan misteri tersendiri bagi para pengunjung untuk merefleksikan lebih dari sekadar apa yang mereka lihat. 

Terlebih mengajak kita berpikir dalam metafora namun belajar melalui kisah-kisah di balik pikiran dan batin Gilang Fradika. Secara keseluruhan, karya-karya Gilang mengandung kebenaran yang relevan dengan kondisi kemanusiaan saat ini dan masa depan, tentang pentingnya alam yang berkelanjutan, batas-batas kepentingan pribadi dan penggunaan rasionalitas dalam sikap manusia.

Di balik warna cerah dan garis-garis sensual, di belakang tokoh-tokoh ajaib, surealis dan menakjubkan, kita masih menemukan suara-suara batin yang perlu didengar, dan berbagai makna yang perlu digunakan sebagai bahan untuk refleksi bersama. 

Pameran (UN)COVER sudah dibuka sejak 11 Desember lalu dan akan berlangsung hingga 12 Januari 2020.     

Please reload

Ratapan Melanesia tentang Lingkungan yang Rusak

Excursio, Sebuah Perjalanan Artistik Para Seniman

Kreasi Visual yang Merayakan Keberagaman

Menyoal Pengalaman Integrasi Seniman di Negeri Orang

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU