top of page
  • Vicharius DJ

Edi Bonetski dan Gerakan Outsider Art

Superlative Gallery, pelopor galeri seni digital dengan kelas dunia pertama di Asia Tenggara mempersembahkan pameran seni Edi Bonetski bertajuk Mata Garis yang digelar hingga 5 Februarimendatang. Edi  lama dikenal sebagai seniman di luar arus utama oleh banyak kalangan pecinta seni.


Dalam pameran ini, Superlative Gallery mengajak pencinta seni untuk menjelajahi dan meresapi setiap karya dari Edi Bonetski. Nama Edi Bonetski dianggap sebagai seniman yang menghidupkan keindahan Art Brut atau Outsider Art. Gerakan Art Brut sendiri dikenal sebagai gerakan seni yang bebas dari aturan umum di pendidikan seni, menciptakan karya yang murni dari ekspresi artistik pribadi.


Biasanya, mereka yang dilabeli sebagai seniman Outsider memiliki sedikit relasi atau tidak memiliki sama sekali hubungan khusus dengan dunia seni pada arus utama atau lembaga-lembaga seni. Dalam banyak kasus, karya mereka ditemukan hanya setelah mereka meninggal dunia. Seringkali, karya seniman outsider menggambarkan keadaan mental yang ekstrem, ide-ide yang tidak konvensional, atau dunia fantasi mereka yang rumit.


Saat pembukaan pameran tunggal Edi Bonetski, Tommy F Awuy menyatakan kehadiran karya seni Edi Bonetski memberikan pengakuan terhadap nilai dan potensi seni yang diusung oleh Superlative Gallery.

Menurut Tommy, Edi merupakan seniman yang sama sekali tak lazimnya dipahami lewat kamus-kamus besar apalagi estetika yang bertebaran di sana-sini. Ia suka sekali meraung, menjerit, menggeliat dan mencakar apapun itu sesuai bisik batinnya.

“Membaca karya-karya Edi Bonetski akan kita temukan di sana bergelimangan abjad-abjad, berkejaran, lompat-melompat, jumpalitan, dan dengan gairah tertentu kita pun riang saja mengikuti arusnya,” ungkap Tommy.


Bagi Edi sendiri, Mata Garis bukan hanya menjadi persembahan seni visual namun juga menjadi wadah apresiasi seni rupa yang beragam. “Superlative Gallery memberikan pengkayaan baru buat saya secara estetis warna, tubuh, dan laku dalam mengelola hajat pertunjukan yang bernama pameran,” katanya.

Melalui pameran tunggal Mata Garis, Edi Bonetski mengajak pencinta seni untuk menyelami dunia ekspresi artistik yang dihadirkan oleh seorang seniman yang berani melintasi batas.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Opmerkingen


bottom of page